Kriptografi merupakan seni dan ilmu menyembunyikan informasi dari penerima yang tidak berhak. Kata cryptography berasal dari kata Yunani kryptos (tersembunyi) dan graphein (menulis).Cryptology adalah ilmu yang mencakup cryptography dan cryptanalysis. Proses utama dalam kriptografi yaitu:



  • Enkripsi adalah proses dimana informasi/data yang hendak dikirim diubah menjadi bentuk yang hampir tidak dikenali sebagai informasi awalnya dengan menggunakan algoritma tertentu.


  • Dekripsi adalah kebalikan dari enkripsi yaitu mengubah kembali bentuk tersamar tersebut menjadi informasi awal
















Berikut adalah istilah-istilah yang digunakan dalam bidang kriptografi :




  • Plaintext (M) adalah pesan yang hendak dikirimkan (berisi data asli).

  • Ciphertext (C) adalah pesan ter-enkrip (tersandi) yang merupakan hasil enkripsi.

  • Enkripsi (fungsi E) adalah proses pengubahan plaintext menjadi ciphertext.

  • Dekripsi (fungsi D) adalah kebalikan dari enkripsi yakni mengubah ciphertext menjadi plaintext, sehingga berupa data awal/asli.


  • Kunci adalah suatu bilangan yang dirahasiakan yang digunakan dalam proses enkripsi dan dekripsi.


Sejarah sistem sandi Caesar



Sekitar 50 SM, Julius Caesar, kaisar Roma, menggunakan cipher substitusi untuk mengirim pesan ke Marcus Tullius Cicero. Pada cipher ini, huruf-huruf apfabet disubstitusi dengan huruf-huruf yang lain pada alfabet yang sama. Karena hanya satu alfabet yang digunakan, cipher ini merupakan substitusi monoalfabetik. Cipher semacam ini mencakup penggeseran alfabet dengan 3 huruf dan mensubstitusikan huruf tersebut. Substitusi ini kadang dikenal dengan C3 (untuk Caesar menggeser 3 tempat). Secar umum sistem cipher Caesar dapat ditulis sbb.:


Misalkan A = 0, B = 1, …, Z = 25, maka secara matematis caesar cipher dirumuskan sebagai berikut:



Enkripsi: C = E(P) = (P + 3) mod 26


Dekripsi: P = D(C) = (C – 3) mod 26



Contoh:



P : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z



C : D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C


Plainteks: AWASI ASTERIX DAN TEMANNYA OBELIX


Cipherteks: DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA





Jika pergeseran huruf sejauh k, maka:


Enkripsi: C = E(P) = (P + k) mod 26



Dekripsi: P = D(C) = (C – k) mod 26


k = kunci rahasia






Aplikasi Penyandian Caesar dengan Java




Baik tadi adalah asal mulanya sistem sandi klasik Caesar maka sekarang saya akan membuat dalam bentuk aplikasi dengan menggunakan java agar tidak secara paper and pencil lagi…


Jika di atas telah dicoba program dengan menggunakan kunci +3 dan hasilnya sama dengan contoh di atas, maka kita akan coba kembali dengan kunci yang lain,..mau kunci berapa?????


Kita coba dengan menggunakan kunci +28 maka ini akan sama dengan kunci +2, karena menggunakan modulus 26. Kenapa menggunakan modulus 26 karena jumlah huruf sebanyak 25, jika belum tau modulus yaitu sisa hasil bagi bisa lihat sumber-sumber lain atau bias cari di google.



Kripanalisis Sistem sandi Caesar


Kripanalisis adalah aksi untuk memecahkan atau membuka ciphertext menjadi plaintext dengan berbagai cara dengan tidak mengetahui kuncinya. Karena sistem Caesar ini hanya menggunakan kunci sampai dengan 26 maka biasanya menggunakan Running key yaitu dengan mencoba semua kunci dari 1 sampai 26.



Ciphertext : HDHZPHZALYPEKHUALTHUUFHVILSPE


Running key


1 GCGYO GYZKX ODJGT ZKSGT TEGUH KROD


2 FBFXN FXYJW NCIFS YJRFS SDFTG JQNC


3 EAEWM EWXIV MBHER XIQER RCESF IPMB


4 DZDVL DVWHU LAGDQ WHPDQ QBDRE HOLA


5 CYCUK CUVGT KZFCP VGOCP PACQD GNKZ


6 BXBTJ BTUFS JYEBO UFNBO OZBPC FMJY


7 AWASI ASTER IXDAN TEMAN NYAOB ELIX



8 ……………..…


21 MIMEU MEFQD UJPMZ FQYMZ ZKMAN QXUJ


22 LHLD TLDEP CTIOL YEPXL YYJLZ MPWTI


23 KGKCS KCDOB SHNKX DOWKX XIKYL OVSH


24 JFJBR JBCNA RGMJW CNVJW WHJXK NURG


25 IEIAQ IABMZ QFLIV BMUIV VGIWJ MTQF


Kalau ada yang membutuhkan source codenya bisa kirim email ke yopie.maulana@gmail.com.


Mungkin ini saja yang bisa saya share dan mohon maaf ya bila banayak salah mohon dimaklum.,..he….salam persandian….



0 komentar:

Posting Komentar